Liburan murah ke Singapura ala Backpackers

25 03 2009

Dulu kalau ada orang yang main/jalan-jalan ke Singapura diidentikan dengan orang kaya, orang yang bisa menghabiskan jutaan bahkan puluhan juta hanya untuk jalan-jalan dan belanja di negeri singa itu. Tapi sekarang pemikiran itu harus diubah, soalnya ada beberapa tips dan trik “bagaimana bisa maen ke Luar Negeri khususnya ke Singapura dengan biaya murah-meriah” .

Jika kalian bermaksud maen ke singapura dengan budget minim, ikutin jejak saya :) jejak backpacker. Saya melancong di negeri singa itu selama 4 hari menghabiskan biaya kira2 sebesar Rp. 2.500.000 sudah termasuk semua (mulai dari tiket bus,pesawat, kapal laut cepat, penginapan, tiket MRT / kereta subway, kereta monorail,wahana di sentosa island, makan sampai oleh-oleh) rinciannya akan saya perlihatkan nanti.

Ada 2 jalur untuk sampai ke singapura, pertama langsung ke singapura lewat bandara changi yang kedua via batam dulu ( via batam jauh lebih murah). Jalur via batam ini merupakan jalur utama bagi backpacker soalnya biayanya murah-meriah dan bisa jalan2 juga di pulau batam (sambil menyelam minum air lah).
Langkah awal bagi orang yang berminat jalan-jalan ke singapura adalah mempelajari tips dan triknya. Yang akan saya sharing adalah jalur via batam (soalnya itu jalur yang telah saya lalui)

Pertama harus searching tiket pesawat yang murah-meriah (via batam lebih murah). Kemarin saya dapat tiket air asia ke batam pulang pergi sebesar Rp.195.000 ditambah dengan nyewa bagasi+Admin fee+VAT dan asuransi menjadi Rp.442.900 Pulang Pergi (masih terbilang murah) sebetulnya bisa lebih murah lagi kalo kita tidak nyewa bagasi dan tidak bayar asuransi (itu pilihan). Biasanya kalau mau mendapatkan tiket murah airasia harus beli beberapa minggu/sebulan sebelumnya via internet (bisa dibayar dengan mandiri debit atau semua kartu kredit)

Kedua harus bisa membuat jadwal kegiatan dari keberangkatan sampai kepulangan. Soalnya kita harus bisa disiplin dengan waktu, hal ini dikarenakan kalau kita terlambat naik pesawat atau kapal cepat (penyebrangan laut) kita akan kehilangan uang kita dan kita harus beli tiket pada hari itu juga yang harganya jauh berlipat-lipat. Oia kita juga harus mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan administrasi contohnya Paspor dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Sekarang pergi ke luar negeri kita tidak usah bayar fiskal kalau kita punya NPWP. Kalau kita tidak punya NPWP kita harus bayar Rp. 2 juta via udara dan Rp. 1 Juta via laut. Jadi kalau kita via batam tidak punya NPWP kita harus mengeluarkan Rp.1 jt. Saya dan teman saya sudah mempersiapkan itu jauh2 hari. Jadi kita bikin NPWP sebulan sebelum keberangkatan. Meskipun gaji saya dan teman saya tidak kena pajak (karena gajinya kecil) dan teman saya yang satu lagi belum punya kerja alias nganggur tapi tetap saja kita bisa bikin NPWP, karena NPWP itu hak warga negara. (alasan kita sih biar kita gratis ga bayar fiskal hehehehe)

Ketiga, setelah bikin jadwal kegiatan, kita harus bisa memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan selama perjalanan dan waktu kita berada di sana. Soalnya di singapura serba mahal, saya contohkan air mineral merk Aqua (yang sama persis seperti di Indonesia) di sana seharga sekitar S$ 1.8 atau kalau di Rupiahkan sebesar Rp.14.400 yang kalau kita bandingkan beli di supermarket di Indonesia aqua hanya sekitar Rp.1.400. jadi harga aqua di singapura 10x lipat dari indo. Jadi harus bisa nyari tempat makan yang murah meriah di sana.

Perjalanan

Saya bersama 2 teman saya ke singapura diawali dengan mimpi, mimpi jalan2 dengan budget minim dan ternyata mimpi itu jadi kenyataan. Kita membeli tiket airasia untuk pulang pergi seharga Rp.442.900. Keberangkatan dari Jakarta ke batam pukul 08.50 pagi, dari bandung saya naek bus prima jasa di Bandung Super Mall (BSM) yang langsung ke bandara seharga Rp.75.000 pukul 04.00 dan tiba di bandara pukul 06.50. biasanya maskapai penerbangan menginginkan kita sudah ada di bandara 2 jam sebelumnya atau max 45 menit sebelumnya, karena kita tidak mau ambil resiko ketinggalan pesawat, jadi kita sudah hadir 2 jam sebelumnya. Di bandara kita harus membayar airport tax sebesar Rp.30.000 (karena domestik) pulang dari batam-jakarta pun sama. Kalau internasional taxnya Rp. 100.000.
Perjalanan dari jakarta ke batam hanya memakan waktu 1.5 jam. Setelah kita sampai di batam center saya punya tips agar beli tiket kapal cepatnya (kapal laut) di bandara karena harganya lebih murah 2 dolar. Ada beberapa jasa / merk kapal cepat yang melayani rute batam-singapore. Dan ada beberapa tempat keberangkatan di batam dan beberapa tempat pelabuhan di singapura. Tapi yang saya ambil yaitu kapal cepat namanya Batam Fast dengan jalur Batam center – Habourfrount (singapore). Harga kapal cepat kalau beli di bandara itu dengan singapore Dollar (S$) 18 untuk pulang pergi atau kalau dirupiahkan menjadi (20 feb 09) S$ 18 x Rp.7.890 = Rp.142.020, tapi harus dibayar dengan dolar singapura, yang saya dengar kalo dibayar dengan Rupiah harganya menjadi lebih mahal. Jadi kita harus punya uang dollar singapuranya sebelum kita ke batam atau singapura. Jadi tukarkan Rupiahnya sebelum pergi. Setelah sampai di Batam saya langsung pergi ke batam center untuk naik “kapal laut cepat” menuju singapura. Sebelum saya naek kapal laut tsb saya jalan2 dulu di mall yang ada di batam center (ditraktir ma temen yang sengaja janjian di batam hehehe lumayan pengiritan) oia dari bandara batam ( Hang Nadim) menuju ke batam center itu tidak ada angkot harus dilalui dengan Taxi (kebetulan temen yang tadi bawa mobil jadi saya dianterin ke batam centernya ) lumayan gratis lagi hehehe. Harga taxi menuju batam center itu harganya flat yaitu Rp. 70.000 harga itu pun sama dari arah batam center ke bandara. Biaya itu bisa dibayar patungan jadi kalo kemaren kita ber 3 perorangnya sekitar 25rb. Kalo kamu pergi sendiri cari aja di bandara orang yang mau ke batam center (biasanya gaya orang yang mau ke singapura itu beda hehehe agak gaya). Di pelabuhan batam center kita diperiksa karcis kapal cepat (yang sudah saya beli di bandara hang nadim) satu karsis itu terdapat potongan untuk pulang pergi, jadi jangan sampai hilang potongan untuk kembalinya, karena kalau hilang kita harus beli karcis untuk kembali ke batam yang harganya akan lebih mahal. Di Pelabuhan batam center kita harus bayar seaport tax sebesar $ 7. Selain diperiksa karcis kita juga harus mendatangi konter fiskal, tapi jangan khawatir bagi yang sudah punya NPWP tinggal memperlihatkan saja NPWPnya, gratis fiskal. Setelah itu sewaktu kita mau masuk ke ruang tunggu untuk naik kapal cepat, kita diperiksa kelengkapan oleh pihak imigrasi batam yaitu paspor dan barang bawaan kita, setelah itu menunggu kapal laut cepat untuk menyebrang ke singapura. Perjalanan via laut menggunakan kapal laut cepat itu memakan waktu 1 jam, di atas kapal kita bisa melihat-lihat pemandangan sekitar. Sebab ada 2 tingkat, tingkat paling atas bisa lihat langsung ke laut soalnya tidak menggunakan kaca, lantai bawah bisa dipakai istirahat, di sana lumayan nyaman dan bersih serta ada TV yang biasanya mereka memutar film DVD. Kabar terbaru untuk warga bandung yang mau ke Singapura sekitar seminggu yang lalu ( mg ke-1 maret 2009) sudah ada penerbangan langsung dari Bandung ke Singapura menggunakan airasia, jadi perhitungan2 di atas abaikan saja. Dan ternyata juga harganya murah sekitar 660.000 PP. kalau dihitung-hitung sama saja dengan jalur via batam, sebab kalau via batam harus bayar kapal cepat dll. Ya… itu terserah kalian, apakah mau jalan2 dulu ke batam atau langsung ke singapura….. mangga, kalau via batam ke singapura kita memakai semua jenis kendaraan mulai dari bus,pesawat,taxi,kapal laut cepat), kereta api monorail dan subway dengan konsekwensi makan waktu (emang jalan-jalan).

Di Harbourfront Singapura

Setelah 1 jam perjalanan kami tiba di Singapura tepatnya di Harbourfront tempat berlabuhnya kapal laut cepat. Yang harus dipersiapkan sewaktu sampai (kalau bisa sebelum sampai) adalah berkas-berkas administrasi yg tdd paspor dan formulir kedatangan untuk pihak imigrasi singapura (formulir akan diberikan sebelumnya di konter kapal cepat sebelum keberangkatan, mereka akan mengisikannya sesuai dengan paspor). Kebetulan pas di konter Imigrasi form isian ada yang belum diisi yaitu berapa hari akan tinggal di singapura dan akan tinggal dimana, saya jawab saja 4 hari dan akan tinggal di daerah bugis. Sebetulnya sbg warga asia tenggara kita bisa tinggal maksimum 30 hari tapi karena saya sudah beli tiket pesawat dan kapal laut untuk pulang pergi dengan tanggal yang sudah ditentukan jadi saya bilang aja 4 hari. Setelah selesai dengan semua hal yang berhubungan dengan administrasi kita langsung melihat-lihat singapura, soalnya pelabuhan Harbourfornt itu bersatu dengan sebuah pusat perbelanjaan (Mall) namanya Vivo City. Mallnya lumayan besar, di situ kami istirahat sebentar dan foto-foto dulu di depan Mall, ada air mancurnya. Di Vivo city itu juga langsung terhubung dengan MRT (Merit Rapid Train) /kereta bawah tanah yang bersih dan cepat. Jadi kita karena sudah punya bayangan mau tinggal di daerah Bugis kita langsung menuju MRT. Sebelumnya kita harus beli dulu kartu MRT. Karena saya sudah punya kartunya ( minjam dari teman di bandung hehehe) jadi tinggal isi ulang saja. Karena kedua teman saya belum punya kartu MRTnya jadi mereka harus beli MRT seharga $15 yang isinya terdapat $10 dan yang $5 untuk biaya pembuatan kartu yang bisa dibeli diloket MRTnya. Memakai MRT terbilang irit sebab saya beli $10 selama 4 hari masih tersisa $4, saya kemana-mana menggunakan MRT dan jalan kaki tentunya sebab di dalam MRT kita tidak bisa lihat apapun soalnya didalam tanah. Kita bisa mempelajari jalur-jalur MRT, gampang ko, jadi kita bisa kemana pun tanpa harus keluar dulu dari MRT, ada 3 lajur utama di MRT, semua lajur bisa dilihat sebelum kita naik MRTnya.

Penginapan

Kita langsung meluncur menuju bugis menggunakan MRT, sesampainya saya di bugis tepatnya di Bugis Junction (sebuah Mall lagi) karena setelah saya teliti ternyata statiun MRT itu selalu terhubung dengan pusat perbelanjaan (emang singapura itu negeri dengan banyak Mall hehe) saya langsung mencari penginapan alias Hostel yang telah saya bidik sebelumnya melalui internet. Kita pilih hostel bukan hotel karena tema saya berlibur itu ala backpacker meskipun sebenernya saya bawa ransel dan koper juga hehehe (bawaannya banyak dan agar oleh2 bisa masuk juga :)). Karena hostelnya tepat berada didepan Bugis Juction namanya An chew hostel ternyata penuh karena pas hari sabtu alias weekend, setelah itu saya coba disekitarnya tapi disana tetap penuh , saya minta rekomendasi di mana ada hostel yang kosong dan mereka memberikan rekomendasi di ABC BackPackers Hostel masih di daerah bugis tapi harus jalan lagi selama 10 menitan (sekalian jalan-jalan). Lokasi Hostelnya dekat dengan sebuah masjid yang terkenal dengan naman masjid Sultan. Setelah sampai di lokasi ternyata Hostelnya itu bersih dan tidak naik tangga alias di lantai 1. Hostelnya itu ternyata baru berdiri 2 mingguan. Karena baru Hostelnya nyaman, perabotannya pun segala baru mulai dari tempat tidur, bangunan sampai-sampai pas kita sampai masih tercium bau catnya. Tempatnya nyaman untuk ukuran backpackers, di sana ada berbagai harga mulai dari $14, $17 dan $20, karena yang $14 sudah penuh maka kita pilih yang $17 semalam. Jadi saya bersyukur sekali bisa menginap di ABC Backpackers hostel karena biasanya hostel-hotel yang lain itu berada di lantai 2 dan tempatnya sempit. Untuk keterangan lebih bisa dilihat di http://www.abcbackpackershostel.com/ atau kalian bisa mencari di tempat lain cari aja di google “hostel in singapore” atau di website airasia.com juga tersedia. Di hostel itu saya bertemu dengan para backpackers dari berbagai macam negara mulai dari malaysia, korea, japan, amerika sampai eropa. Karena kita menyewa yang $17 permalam maka satu kamar terdiri dari 6 tempat tidur. Laki-laki dan perempuan dicampur tapi kalo untuk para kaum hawa yang mau menyewa hanya untuk perempuan saja tinggal bilang ke resepsionisnya. Kebetulan pas kita tidur disana malam minggu (malam yang ke-1) ada seorang ibu yang sekamar dengan kita yang berasal dari malaysia. Malam-malam berikutnya semuanya laki-laki. Dan jangan lupa hampir di setiap hostel backpacker sarapan diberi dengan gratis. Di ABC Backpackers hostel selain sarapan gratis (meskipun menunya menu orang barat alias roti)juga peralatan dapur bisa kita pakai seperti pemanggang roti, kulkas dan microwave. Dan setiap peralatan yang telah kita pakai seperti gelas dan piring kita diminta mencuci sendiri dan menyimpannya kembali ditempat semula. Oia ada jalan yang bisa gratis tidur di singapura yaitu kalian bisa ikut http://www.couchsurfing.com di sana kalian bisa mencari teman untuk bisa ditinggali dan kalau bisa dia jadi tour guide juga. Yang saya tau para backpacker menggunakan website ini, kalian bisa mempelajarinya sendiri.

Di Singapura City

Hari pertama kami di sana sudah siang… setelah menemukan hostel dan beristirahat beberapa jam, malam harinya kita lihat-lihat pemandangan kota (sebab daerah bugis bisa dikatakan daerah pusat kotanya) setelah shalat di Masjid Sultan kita makan di Restoran di depan masjid, restoran milik orang keturunan arab. Kita makan kayaknya kemahalan untuk ukuran backpacker rata-rata makan di sana sebesar S$ 7, harusnya ukuran backpackeran yang 3-4 dolar singapur. Setelah kenyang kita jalan kaki menuju Mustafa center . Di sana (Mustafa) mallnya buka 24 jam, kita di sana sampai jam 1 malam. Ada berbagai macam barang yang dijual mulai dari elektronik sampai dengan sabun mandi. Tapi Mustafa center itu banyak orang Indianya dan mallnya juga tidak mewah, ya.. Kalo di bandung mah kayak di pasar baru. Lumayan cape juga…. Selama perjalanan ke mustafa itu melewati Little India dan China town. Setelah berputar-putar sekian jam di sana kita langsung pulang lagi ke hostel tentunya jalan kaki lagi (sambil lihat-lihat pemandangan malam hari di singapura). Lumayan “cararangkeul oge” (pegel seharian jalan-jalan).

Hari Kedua, hari minggu, diisi dengan foto-foto disekitar bugis setelah itu tujuan kami adalah Sentosa Island. Di pulau itu kami bermain seharian penuh sampai larut malam. Untuk menuju pulau sentosa ada 3 jalan, yang pertama kalau punya mobil pribadi / naik bus khusus warna orange bisa lewat jembatan, yang kedua adalah cable car atau kereta gantung (seperti yang ada di TMII) harganya $12 PP atau yang ketiga yang murah meriah yaitu menggunakan monorail seharga $3 PP. Karena temanya backpacker kami menggunakan monorail. Untuk menggunakan monorail menuju Sentosa Island kami harus pergi dulu ke Vivo city (Mall yang nyambung dengan Habour front tempat berlabuhnya kapal cepat). Pembelian tiketnya ada 2 cara yaitu mengantri beli ke tiket booth atau mengantri ke mesin otomatis. Jadi di singapura itu banyak mesin2 yang kita hanya memasukan uang ( koin/kertas) bisa mengeluarkan makanan/minuman/karcis/kartu prabayar subway. Perjalanan menggunakan monorail tidak terasa hanya sekitar 5 menit sudah sampai (soalnya jaraknya deket tinggal menyeberang). Pemberhentian di pulau sentosanya kalau tidak salah ada 3 tempat, saya turun di tempat terakhir yang deket ke pantainya. Setelah turun kita langsung pengen mencoba naik luge+skyride (gocar tanpa mesin yang hanya mengandalkan gaya gravitasi), harganya $10 sudah termasuk skyridenya. Jadi sebelum naik luge kita harus naik dulu ke bukit menggunakan skyride. Setelah puas bermain luge skyride kita langsung pergi ke pantai yang dekat dengan luge skyride itu, kita di sana berenang, di pantai itu banyak keluarga (komplit ma anak2 kecil) expatriat. Pasir di Pulau sentosa itu berwarna putih, pasirnya itu berasal dari pulau-pulau Indonesia. Semua pantai di sana adalah pantai buatan jadi kalo di bandingkan keindahan pantainya dengan pantai yang indah di Indonesia itu jauh sekali. Setelah kita membilas badan kita, kita langsung jalan-jalan menuju Patung Merlion yang ada di Pulau tersebut. Di sana kita berfoto-foto ria berjalan menyusuri pulau itu… setelah kita merasa cape jalan-jalan seharian trus kita langsung beli tiket untuk pertunjukan “Song of The Sea” seharga $ 8, sambil menunggu pertunjukan yang akan di mulai jam 18.30 kita mencoba bus gratis untuk menyusuri pantai yang ada di pulau sentosa dan ternyataaaa pantai di sebelah ujung ( namanya Tanjong Beach) pantainya banyak anak mudanya, mereka main voli pantai, berjemur dan berleha-leha, beda sekali dengan pantai yang tadi kita berenang yang banyak anak kecilnya. Kita sedikit menyesal kenapa tidak berenang di sini, karena kita tidak tahu maka hal ini jadi pelajaran, kalau ke sana lagi langsung menuju pantai itu :). Karena kita sudah membilas dan kita hanya punya waktu sedikit (30 menitan) jadi kita di sana hanya sebentar, setelah itu menuju tempat pertunjukan “Song of The Sea”.

Pertunjukan “Song of The Sea” merupakan pertunjukan air mancur yang dipadukan dengan teknologi laser. Pertunjukannya lumayan meriah dan dipadati oleh pengunjung (mungkin pas hari minggu). Acara dimulai dengan munculnya beberapa orang menari dan menyanyi (lip sing pastinya) setelah itu baru muncul pertunjukan air yang digabungkan dengan laser yang membentuk suatu karakter kartun dan mengalirlah satu cerita. Setelah terpukau oleh permainan air, laser dan api, kita langsung pulang (sebelumnya foto-foto dulu tentunya) menuju vivo city. Meskipun sudah cape dan hanya punya tenaga yang tinggal sedikit tapi kita tetap jalan-jalan di mall tersebut. Setalah makan dan jalan-jalan di sana dan ngobrol dengan orang Indonesia yang secara tidak sengaja bertemu di sana, kita langsung pulang menuju Hostel menggunakan kendaraan favorite yaitu MRT. Sesampainya di hostel dengan keaadan cape tapi kita tidak langsung tidur tapi ngobrol dan main internte di hostel (karena interntet free 24 jam).

Hari Ketiga bertepatan dengan hari senin 23 Februari 2009, pagi hari kita sarapan di hostel (yang tentunya tanpa biaya alias gratis) dan seperti kegiatan hari kemarinnya yaitu main internet dan ngobrol dengan penghuni hostel yang rata-rata berasal dari Eropa dan asia (korea & jepang), amerika juga ada tapi yang saya tahu sendiri karena sekamar dengan kita. Setelah mandi dan sarapan kita langsung menelusuri singapura lagi mulai dari pencarian gedung “Plaza International” di daerah city hall. Kita di Plaza International itu bermaksud untuk melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan International yang ada di Singapura, dan setelah berkeliling gedung lantai demi lantai ternyata Hampir semua perusahaan membuka lowongan hanya untuk orang singapura dan PR (permanent Residence) di singapura. Mereka menyarankan melamar via internet. Ok setelah dari gedung itu kita lihat-lihat keadaan dan suasana hiruk-pikuk perkantoran di sana, kita makan siang di daerah perkantoran dan ternyata di sana juga terdapat makanan yang murah meriah, ada burger seharga 1.8 dolar singapura atau setara dengan Rp. 12.000an, termasuk murah kalo di singapura. Ada makanan berbagai macam mie seharga rata-rata S$ 3. setelah puas makan siang dan di luar dalam keadaan hujan rintik-rintik kita langsung bergegas mencari tempat wajib yang harus disinggahi kalau mengunjungi singapura yaitu patung merlion. Setelah mencari-cari kita langsung menemukan tempat itu karena tempatnya tidak begitu jauh dengan Plaza Internatioanl tadi. Di sana kita mengabadikan keberadaan kita di depan gedung Esplanade dan patung merlion tentunya. Setelah puas berfoto ria kita langsung menuju tempat wajib lainnya yaitu “Orchad Road”. Dari Patung merlion menuju Orchad road kita memakai MRT. Untuk mencapai MRT kita harus jalan kaki menuju stasiun terdekat, sambil jalan kaki kita melewati Boat Quey, banyak terdapat rumah makan disamping sungai yang tentunya sungai dan rumah makannya bersih . Setelah meluncur dengan MRT kita sampai juga di tempat surga belanja di sana yaitu Orchad Road. Kita langsung menyusuri jalan tersebut dan sempat shalat juga di Masjid Al-Falah di Orchad Road deket Lucky Plaza dan Elisabeth Hospital. Karena temanya backpacker kita tidak belanja yang mahal-mahal akan tetapi kita belanja yang murah meriah yaitu kita belanja di Lucky plaza. Ternyata harga souvenirnya lebih murah dari yang saya beli di Mustafa center pada hari pertama. Agak sedikit nyesel juga sih kenapa kemaren terburu-buru membeli barang di mustafa center padahal di lucky plaza ini untuk gantungan kunci kita bisa dapet $10 bisa dapet 3 set, kalo di mustafa $8 dapet 1 set. Btw yang lalu biarlah berlalu, cari gampangnya ya… Jd kita beli lagi gantungan kuncinya sekalian beli kaos $10 dapet 3 juga. Setelah berputar-putar di Orchad kita coba makan malam di restoran Indonesia yang ada di Lucky namanya lupa tapi menu utamanya Ayam Penyet, rasanya manyus…. Setelah itu kita langsung meluncur ke Clarke Quey, kali ini kita menggunakan mobil pribadi (mobil pamannya teman, dia juga yang mentraktir makan di ayam penyet tadi, lumayan penghematan hehehe) biasanya kita naik MRT yang didalam tanah tidak bisa melihat apa-apa sekarang kita meluncur diatas tanah jadi bisa lihat keadaan kota secara langsung. Setelah sampai di Clarke Quey kita langsung terpukau dengan ramainya restoran-restoran di samping kanan-kiri sungai (yang tentunya lebih ramai dari Boat Quey). Karena kita sudah makan jadi di Clarke Quey kita tidak makan lagi.
Lelah juga jalan-jalan dari pagi sampai larut malam, karena MRT beroperasi sampai jam 11.45 jadi kita harus berada di MRT sekitar jam 11.00, setelah lelah berkeliling-keliling kota pada hari ke-3 saya bersama dua teman saya memutuskan langsung menuju hostel, beristirahat dan mempersiapkan untuk pulang pada besok harinya.

Hari Keempat alias hari terakhir, di hari terakhir ini kita tidak punya tujuan specifik hanya saja tujuan kita pulang melalui jalur kita masuk, yaitu kita tetap memakai kapal cepat dari Harbourfront di dekat Vivo city dan langsung ke Batam, yang harus diingat adalah jam WIB dan Singapura itu berbeda 1 jam, WIB lebih lambat 1 jam. Jadi Tiket-tiket yang kita sudah beli yaitu kapal cepat dan pesawat air asia (yang dibeli pas keberangkatan ke singapura) ada jadwalnya dan kita jangan sampai tertinggal karena kalau tertinggal kita harus membeli tiket lagi yang tentunya harga untuk sekali berangkatnya sangat mahal. Kita sampai ke Bandung itu sekitar pukul 19.00, tentunya lelah sekali karena rute kita singapura-Batam-Jakarta-Bandung. Seminggu setelah di Bandung ternyata ada Rute baru yang di buka Air Asia yaitu Bandung-Batam yang harganya murah sekali yaitu Rp.300.000 (ditambah dengan lain-lain jadinya Rp.660.000an) Pulang pergi… saya sedikit nyesel tapi ya… gimana kita harus mensyukuri meskipun rutenya jauh tapi tetep murah :).

Berikut saya cantumkan biaya-biaya yang telah dikeluarkan selama liburan ke singapura :

1. Tiket Bus Bandung-Jakarta PP Rp. 150.000
2. Tiket Pesawat Jakarta-Batam PP Rp. 442.900
3. Airport Tax PP : 2 x Rp.30.000 Rp. 60.000
4. Seaport Tax : Batam S$ 7
Singapore S$ 20 Rp. 213.030
5. Kapal Cepat Batam-Singapura PP S$ 18 Rp. 142.020
6. Taxi Batam center ke Hangnadim Rp. 25.000
7. Tiket MRT $10 (ada sisa S$4) Rp. 78.900
8. Hostel 3 malam : S$17 x 3 = S$51 Rp. 402.390
9. Makan Rp. 173.580
10. Tikets :
- Monorail to Sentosa = S$ 3
- Luge+Skyride =S$10
- Song of the sea =S$ 8 Rp. 165.690

Total tanpa Oleh-oleh = Rp. 1.853.150

11. Oleh-oleh Rp. 678.445
12. Lain-lain Rp. 50.000

TOTAL Rp. 2.581.955

Jadi Perhitungan di atas itu adalah perhitungan tanpa oleh-oleh Rp. 1.853.150 dan perhitungan total keseluruhan yang mencapai Rp. 2.581.955.
Begitulah kisah saya dalam mengarungi perjalanan panjang menuju singapura, tapi kalau ada yang lebih murah lagi bisa bagi-bagi kisahnya ya kepadaku…. Coba aja cari yang langsung ke singapura tanpa via batam, saya terakhir lihat pakai air asia dan valuair harga tiketnya murah yaitu sekitar Rp. 600.000 untuk Pulang Pergi. Bedanya kalau langsung terbang ke singapura itu adalah masalah airport taxnya yang agak mahal. Yang saya tau sih Rp.100.000. ya bagi kalian yang hendak main ke singapura tanpa via batam trus mendapatkan tiket yang murah sih kenapa engga langsung terbang aja, tapi kalau mahal lewat batam alternative yang bagus, sekalian bisa lihat-lihat di pulau batam….. oia sebetulnya pas kita sudah di singapura kita pengen juga mencoba sekalian ke malaysia karena ada bus yang langsung ke Johor Baru tapi karena planing kita hanya ke singapura dan kita sudah terlanjur beli tiket pulang pergi jadi ke johor barunya ga jadi, kata temen sekamar kita yang berasal dari malaysia, katanya biaya hidup di malaysia lebih murah dari Singapura… tapi mungkin lain waktu kita mengunjungi malaysia dan mungkin sekalian dengan Thailand, ada yang siap liburan ala backpacker bersama saya????….. Semoga uraian saya ini bermanfaat bagi kalian yang hendak bermain ke singapura yang tentunya ala backpacker.

Selamat Berlibur….

Dendy

Singapore
Vivo City tetangga HarbourfrontHarbourfrontABC Backpackers HostelMerliongood viewstatuesong of the seaAnderson Brige





Hello world!

6 03 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.